MENGAPA HAL INI DAPAT MEMPENGARUHI?
Para peneliti dari University of California telah menemukan bahwa suhu memainkan peran kunci dalam membentuk suara dan kualitas panggilan kawin katak jantan. Peneliti mengungkapkan, iklim yang lebih hangat menghasilkan melodi yang “lebih seksi”.
Baca juga: Gambar Monster Laut pada Abad Pertengahan
Pada awal musim semi, panggilan katak jantan biasanya lambat. Tetapi seiring datangnya cuaca yang lebih hangat, nyanyian mereka menjadi lebih cepat. Perubahan tersebut diperhatikan oleh betina yang mencari pasangan.
Mahasiswa pascasarjana UC Davis di Departemen Satwa Liar, Ikan, dan Biologi Konservasi ketika studi ini dilakukan, Julianne Pekny mengatakan nyanyian katak sangat bergantung pada suhu lingkungan.
Ia menyebut, saat kolam menghangat, katak jantan berubah dari suara yang lambat dan lesu menjadi lebih cepat dan hampir putus asa. Ia dapat mendengarnya dengan telinga dan katak betina juga memperhatikannya.
Studi bertajuk “Anuran call properties as reliable indicators of environmental suitability for reproduction” ini dilakukan di Cagar Ekologi Quail Ridge dan Stasiun Lapangan Lassen.
Menggunakan mikrofon yang ditempatkan di tepi kolam, Pekny merekam “lagu cinta” katak pohon Sierran. Pekny kemudian membandingkannya dengan perubahan suhu air.
Baca juga: Alasan Flu Sebabkan Pneumonia
Setelah permulaan yang lambat di awal musim semi, katak pohon Sierran jantan meningkatkan kecepatan panggilan kawin mereka saat cuaca menghangat. Katak jantan memberi sinyal kepada betina bahwa air sudah cukup hangat.
Yang terpenting, para peneliti menyarankan bahwa betina tidak hanya memilih penyanyi yang paling menarik. Katak betina juga menggunakan kualitas panggilan sebagai isyarat apakah faktor lingkungan cocok untuk berkembang biak.
Dinamika ini dapat memiliki implikasi penting seiring dengan pemanasan iklim. Dengan 41 persen amfibi terancam punah, memahami kapan katak berkembang biak–dan bagaimana waktu tersebut bergeser–sangat penting untuk konservasi.
Katak jantan biasanya tiba di kolam lebih awal daripada betina dan mulai bersuara sedini mungkin untuk bersaing dengan saingan. Namun, betina menunda kedatangan mereka sampai kondisi tepat bagi telurnya untuk bertahan hidup.
Jadi, informasi tersebut tampaknya mereka peroleh dari kualitas nyanyian jantan.
Tim tersebut mengatakan, temuan ini dapat mengubah cara para ilmuwan memahami respons hewan terhadap perubahan iklim. Hal ini juga dapat berdampak pada spesies serangga yang juga menghasilkan suara kawin sekitar waktu ini setiap tahunnya.
Dan bukan hanya katak yang dapat mendengarkan suara-suara sensual ini, namun manusia pun dapat mendengarnya.
Source: National Geographic
Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Nyamuk Dimusnahkan?


