APA MAKNA IMLEK TAHUN 2026 INI?
Bagi banyak orang Tionghoa, Tahun Baru Imlek lebih dari sekadar mengubah kalender. Ini adalah waktu di mana orang-orang berkumpul untuk mengirimkan berkah dan menetapkan rencana untuk tahun berikutnya.
Baca juga: Karakteristik Orang yang Matikan Lampu saat Tinggalkan Ruangan
Tahun Baru Imlek konon sudah ada sejak abad ke-14 SM di bawah pemerintahan Dinasti Shang. Menurut mitologi Tionghoa, pada masa lalu terjadi pertempuran melawan makhluk yang disebut "Nian", yang berarti "tahun".
Nian akan datang ke desa pada hari pertama tahun baru untuk membuat semua orang ketakutan. Namun suara keras, cahaya terang, dan warna merah semuanya membuat Nian takut.
Karena itu, penduduk desa akan menyalakan petasan dan menggantung lentera merah untuk menakut-nakuti Nian setiap tahun baru.
Dalam perspektif feng shui, Tahun Baru Imlek 2026 menandai Tahun Kuda Api. Energi tahun ini dipenuhi dengan ambisi, kecepatan, dan persaingan yang menciptakan peluang, namun juga menimbulkan risiko bagi bisnis yang tidak dapat mengontrol pertumbuhan mereka.
Terdapat dua kesalahpahaman umum yang perlu diluruskan untuk memahami Tahun Kuda Api. Kalender Tionghoa tidak seperti kalender Gregorian yang dimulai pada tanggal 1 Januari, karena mengikuti kalender lunisolar tradisional yang didasarkan pada fase bulan.
Baca juga: Gambar Monster Laut pada Abad Pertengahan
"2026 adalah tahun kuda" hanya berlaku untuk Tahun Baru Imlek saat ini. Karena Tahun Baru Imlek jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari, biasanya pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin.
Disebutkan, tahun Kuda Api menggabungkan elemen api kecil dan api besar untuk menghasilkan energi berlapis. Karakter tersebut memiliki semangat berani untuk mencapai sesuatu.
Di tengah dinamika ini, dikatakan bila bisnis yang bergantung pada elemen Air dan Kayu mungkin mencatat hasil yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Kedua elemen ini dianggap lebih tahan terhadap perubahan dan lebih mampu mengikuti perubahan.
Sementara, industri tekstil dan fashion, kesehatan, perkebunan, kehutanan, furniture, logistik, dan produk herbal adalah bidang yang dianggap memiliki pola pertumbuhan yang lebih organik dan berkelanjutan di tengah persaingan yang ketat.
Sebaliknya, beberapa bidang diperkirakan akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Yaitu, sector otomotif, elektronik, alat berat, logam, pertambangan mineral, dan spekulatif seperti kripto, paling rentan terhadap perubahan harga dan tekanan pasar.
Baca juga: Alasan Flu Sebabkan Pneumonia


