MODEL INI UNTUK TUGAS PROFESIONAL DAN CODING
OpenAI resmi meluncurkan model artificial intelligence (AI) terbaru GPT-5.4 yang dirancang untuk mendukung berbagai pekerjaan profesional, mulai dari analisis dokumen hingga coding.
Baca juga: Google Akhirnya Resmi Rilis Gemini 2.0
Perusahaan teknologi AI asal Amerika Serikat (AS) tersebut menyebut model terbaru ini menghadirkan peningkatan kemampuan dalam penalaran, coding, dan alur kerja digital, sekaligus mengembangkan teknologi yang sebelumnya digunakan pada GPT-5.3-Codex.
Selain itu, OpenAI juga memperkenalkan GPT-5.4 Pro, versi yang lebih kuat yang dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks dalam lingkungan profesional.
Menurut OpenAI, GPT-5.4 mampu meningkatkan kinerja dalam berbagai aktivitas kerja seperti pengolahan spreadsheet, pembuatan presentasi, serta penyusunan dokumen, sehingga dapat membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan secara lebih efisien.
Model ini juga mendukung pemrosesan konteks yang lebih besar serta integrasi pencarian web yang lebih baik dibandingkan model sebelumnya.
Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah GPT-5.4 Thinking di ChatGPT. Fitur ini memungkinkan sistem memaparkan proses penalaran sebelum memberikan jawaban akhir, sehingga pengguna dapat menyesuaikan instruksi selama proses respons berlangsung.
Selain itu, model ini mampu mengenali elemen antarmuka dari tangkapan layar, sehingga dapat melakukan berbagai operasi menggunakan tetikus dan papan ketik di sejumlah perangkat lunak.
Dalam pengujian benchmark, GPT-5.4 menunjukkan peningkatan performa dibandingkan model sebelumnya. OpenAI menyebut model tersebut menyamai atau melampaui profesional industri dalam 83 persen perbandingan GDPval.
Model ini juga mencatat skor lebih tinggi dalam uji kemampuan pengodean dibandingkan pendahulunya, serta memiliki akurasi faktual yang lebih baik dengan kemungkinan kesalahan informasi yang lebih rendah dibandingkan GPT-5.2.
Saat ini GPT-5.4 tersedia untuk pengguna ChatGPT Plus, Team, dan Pro, serta bagi pengembang melalui layanan API. OpenAI juga berencana menghentikan penggunaan model GPT-5.2 Thinking secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Meski biaya per token pada GPT-5.4 lebih tinggi, perusahaan menyebut efisiensi penggunaan token yang lebih baik dapat menurunkan biaya keseluruhan dalam beberapa skenario penggunaan.
Source: BeritaSatu
Baca juga: Meta Berencana Gunakan Tenaga Nuklir Sebagai Pusat Data di AS

